Spiga

Soto Betawi H. Husen - Kuah Santan Menggugah Selera

Text : Windha Fuji Ayu
Berawal dari ikut bantu-bantu di warung soto milik pamannya, akhirnya H. Husen yang merupakan generasi ketiga ini mendirikan sebuah warung soto sederhana di Jl. Padang Panjang, No. 6 C, Manggarai-Jakarta Selatan. Warung soto yang berdiri 19 tahun silam ini memang sudah terkenal, karena cita rasa dan kualitasnya yang enak dengan harga yang terjangkau, dari 1 porsinya Rp. 15.000 dan 1 1/2nya Rp. 20.000.
Warung yang menyajikan ciri khas makanan berkuah Betawi ini menghabiskan 100 kg daging sapi asli, mulai dari daging khas sampai jeroan setiap harinya. Salah satu keistimewaan soto betawi miliknya adalah mengutamakan kualitas. “Meski sudah laris, untuk saat ini saya masih tetap fokus pada satu warung ini saja, toh rejeki enggak kemana,” ungkap H. Husen. Racikan bumbu-bumbu the real soto betawinya memang membuat rasa penasaran untuk mencicipinya, maka tak heran banyak pengunjung yang kerap kehabisan. ”Karena saya buka mulai jam 7 pagi sampai 5 sore, tetapi biasanya jam 3 sore juga sudah habis,” tambah H. Husen yang kerap memberangkatkan para karyawannya ke tanah suci dari hasil usahanya ini.
“Setiap makan siang, selalu makan disini bersama dengan teman-teman kantor,” ujar salah seorang pelanggan ketika ditemui di warung Soto Betawi H. Husen ini. Maka tak heran, kakek dua orang cucu ini terlihat sibuk ketika jam makan siang karena memang beliau ikut membantu para karyawannya dalam menyajikan soto-nya ke hadapan pelanggan. “Walaupun begitu, hubungan baik dengan keluarga tetap saya jaga, jujur dan terbuka adalah kuncinya,” tegasnya.

Matahari Domus - Great Taste of Italian

Text : Windha Fuji Ayu

Sebuah bangunan lama sisa masa kolonial ini tidak terlihat seperti restoran kebanyakan, sisi klasik Italianya sudah terasa ketika Anda melangkahkan kaki ke dalam resto. Di sisi kanan, berdiri bar dengan line wine dan berbagai jenis minuman. Sebuah tungku panggang pizza tradisional Italia terbujur kaku di pojok ruangan dan ketika Anda menoreh ke arah kiri, terlihat ruang makan yang mengusung atmosfir romantisme. Ornamen-ornamen interior restoran yang didominasi warna merah dan hitam serta dinding yang dihiasi lukisan yang menawan membuat Anda terhanyut dalam suasana latin yang kental.
Adalah Matahari Domus yang terletak di Jl. Veteran I No. 30, Jakarta Pusat. Resto bertema rumah si Matahari, yang merupakan salah satu cerita terkenal di Jerman dan Belanda. Hampir seluruh bumbu dan bahan dibuat sendiri oleh Matahari Domus dengan satu tujuan, yaitu memberikan kehangatan Italia lewat bahasa kulinernya. Selama hampir 11 tahun beroperasi, sejak 14 Februari 1998 hingga sekarang, Domus tetap bertahan dalam hal menu-menu, tanpa ada perubahan pada citarasa maupun aromanya.
Tidak hanya image masakan Italia yang hanya seputar pasta dan pizza yang ditawarkan disini, tersedia mulai dari salad, sup, main course, hingga dessertnya. Untuk main course, Domus menyajikan dua jenis, yaitu first main course, dengan pilihan pasta atau pizza, dan second main course, dengan pilihan fish atau meat. Selain makanan, Domus juga mempunyai koleksi wine yang lengkap, mulai wine dari Italy, Perancis, Chili, sampai Kuba.
Pasta andalan Domus adalah Tagliolini All Salmone e Zucchine, yakni pastanya adalah homemade dari Domus sendiri dicampur dengan krim saus dan disajikan dengan salmon dan Zucchini (timun Jepang), untuk pizza favoritnya adalah Pizza Ai Funghi e Salsiccia, dimana menggunakan sosis impor untuk rasanya yang khas. Pizza di Domus benar-benar berbeda dari pizza pada umumnya, tidak dimasak dengan oven melainkan dimasak dengan kayu bakar. Secara keseluruhan pizza Italia yang disajikan disini berperawakan tipis dan crispy pada bagian sisinya serta tidak ketinggalan pula real woodnya. ”Dari situ akan dihasilkan sebuah pizza yang amat istimewa. Pokoknya, dijamin bukan seperti pizza biasa,” ucap Susi selaku Asisten Manager Matahari Domus memberi garansi. Sedangkan untuk meat unggulannya adalah Tagliata Del Domus, yang merupakan irisan daging tipis bertabur keju mozzarella dan dioven. Tiramisu homemade Domus resto juga bisa Anda pilih sebagai dessert favorit.
Sambil menikmati hidangan, tamu akan dihibur oleh alunan lagu khas Itali, sedangkan pada Hari Sabtu dan Minggu, penampilan musik akustik secara live akan memanjakan tamu dengan lagu-lagu Latin. Tamunya sendiri kebanyakan dari kalangan ekspatriat, dan sekarang ini banyak tamu yang datang dari golongan Chinese. Domus beroperasi mulai pukul 11.00 hingga 23.00 setiap harinya. Kapasitas ruangan untuk seating dapat menampung hingga 60-70 orang, yang terbagi menjadi dining area dan dua buah private room, sedangkan untuk acara standing party, dapat menampung hingga 100 orang. Domus sendiri dapat melayani acara-acara seperti wedding party, company anniversary, farewell party, dan sebagainya, termasuk juga untuk outside gathering. Private room yang dimilikinya juga dapat digunakan sebagai meeting room, yang dapat menampung hingga 25 orang, dengan hanya membayar harga menu, atau tanpa dikenakan biaya tambahan untuk penggunaan ruangan. Tersedia juga jasa delivery, yang dapat melayani wilayah Jakarta Pusat, Sudirman, sampai Kuningan.
Dengan prices reasonable antara Rp.135.000-Rp.185.000, Domus menjamin worth your dining trip for the taste&quality of Italian food. Ada juga fasilitas member dengan diskon 20% untuk lunch dan 10% untuk dinner, serta dapat membawa wine sendiri tanpa dikenakan biaya, yang dapat diperoleh tanpa dipungut biaya, hanya dengan datang dua atau tiga kali. Selain restoran dengan menu Italia, di bagian atas restoran juga terdapat Newseum Café yang sering digunakan untuk pertemuan-pertemuan seni dan sebagainya yang berkapasitas maksimal 200 orang.

The Hand of God

Ia terkenal sebagai seorang politikus handal yang berkarakter keras, tetapi tidak kasar disebabkan background beliau sebagai seorang karateka (Ketua Umum Pengurus Besar Lembaga Karatedo Indonesia (Ketum PB Lemkari). Dimana sangat mendambakan ‘Do, yaitu memberikan pengertian kejujuran, keberanian dengan daya juang yang tinggi tanpa mengenal menyerah. ‘Do disini yaitu sama dengan ‘Do nya Judo, Aikido, dan Kendo. Ia tak segan menelurkan pandangannya tentang apa yang salah dan benar di dalam pikirannya dinyatakan secra terbuka. Tak segan pula mengungkapkan segala hal dengan tindakan (yang sifatnya operasional). Pria kelahiran Jakarta 62 tahun silam, Anton Lesiangi, SE. Masa kecilnya bukanlah seorang yang hidup dalam definisi ‘wah’. Ia hidup serba kekurangan, bahkan hanya berbekal dua potong baju sehari-harinya (waktu di SMA PSKD 1). Namun bukannya menyerah, tetapi semangat kecilnya ini melecut hingga duduk sebagai salah satu Ketua DPP Partai Golkar dan anggota DPR/MPR RI.

Ketika ditemui wartawan 69++ di Kantor DPP Golkar, yang akrab dipanggil bung Anton ini tampak masih bersemangat dan energik meskipun telah bekerja seharian. Lelaki yang lahir 62 tahun silam ini mengakui sebagai seorang politikus sudah pekerjaannya meneliti peta perpolitikan Indonesia baik kepada para tokoh maupun elit politikus, termasuk lembaganya partai-partai politik. Ini adalah santapan sehari-harinya memprediksi apa dan bagaimana Indonesia akan terus bergejolak dengan seluruh permasalahannya, dengan hanya satu tujuan melalui Partai Golkar sebagai alat perjuangan untuk merebut kekuasaan seperti untuk menduduki kursi Presiden, Wapres, DPR/MPR, Duta Besar, Mentri, bahkan sampai ketua RT dimana pada akhirnya setelah kekuasaan itu direbut itulah tugas satu-satunya fungsi DPP Partai Golkar, seharusnya ketua umum dan wakil ketua umum. Yaitu: Mensejahterahkan rakyat Indonesia.

Bagaimanakah tanggapan dokter lulusan Adam Smith University of America ini tentang Indonesia, yang kini tak lagi dapat disebut Gemah Ripah Loh Jinawi ? Ada apakah dibalik seluruh kemelut yang tampaknya semakin membelit ibu kota pertiwi ini?
“Hanya Tangan Tuhan yang dapat menyelamatkan Bangsa dan Negara ini” tuturnya tersenyum tipis namun tetap terdengar tegas dan lugas. Tuhan adalah yang menciptakan manusia, bumi, bahkan pelukis scenario seisi alam semesta. Pemimpin dari yang paling tinggi hingga yang paling bawah. Indonesia butuh mengenal, mengkaji Tuhan lebih dalam. Dibutuhkan reinterpretasi
agama yang tepat yang pada akhirnya akan memperbaiki moral suatu bangsa. Agar pemimpin bangsa ini memiliki tujuan yang pasti hanya untuk mensejahterakan rakyat, apapun tujuan itu selalu yang pertama bersandar kepada Tuhan (Allah yang maha esa) yang disembah oleh nabi besar Ibrahim, Isaak, Yakub, Ismail, dan Allah yang sama untuk memerintahkan nabi Musa untuk memimpin keluar Bani Israil dari tanah perbudakan mesir untuk kembali ketanah perjanjian. Ini tidak seperti kondisi kehidupan budaya yang seakan telah hilang tanpa arah. Anton secara gamblang tidak menginginkan sebuah ajaran agama yang tanpa pemahaman. Mengedepankan nilai-nilai agama dengan mengintegrasikannya dalam kemanusiaan, agama adalah urusan manusia dengan tuhannya, Negara tidak bisa mencampuri atau mengintervensi sesuai dengan Undang-undang 1945 pasal 29 ayat 2 yang isinya adalah “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agama dan kepercayaannya itu.” Didalam kesempatan ini sebagai konsekuensi apa yang disimpulkan diatas maka sejak tahun 1980 buat saya kefanatikan saya letakan kepada ALLAH yang ESA, menurut saya bangsa ini akan diberkati oleh allah apa bila kefanatikannya kepada ALLAH bukan kepada agama, maka apapun yang dikerjakan maka akan berhasil.
Lantas tak berarti manusia hanya harus menunggu keajaiban saja. Tak berarti masalah akan terhenti ketika manusia telah mengenal Tuhan. Perlu langkah nyata untuk mewujudkan konkret nyata guna membalikkan seluruh keterpurukan Indonesia pada era global ini. Langkah nyata yang dimaksudkan adalah terkait dengan pemilihan legislatif 9 April dan pemilihan presiden 9 juli 2009. Untuk memenangkan pileg perlu dilakukan strategi yang jitu, kalau hanya sekedar untuk mendapatkan 30% kursi DPR sesuai statmen ketua umum partai Golkar Yusup Kalla itu tidak mungkin tercapai kalau hanya diserahkan kepada kerja keras para caleg. Sebagai contoh pertama kali, partai Demokrat (USA) berhasil mendapatkan kemenangan mutlak diraih oleh presiden terpilih amerika Barack Obama, demikian pula DPR/MPR RI juga menang mutlak strategi seperti ini yang harus dilakukan oleh partai Golkar, dan disamping kerja keras para caleg ada nilai jual yang tepat yaitu Figur Sri Sultan Hamengkubuono X. Figur Obama adalah partai Demokrat dan juga figur Mecain partai Republik. Untuk diketahui Barack Obama maupun Mecain adalah bukan ketua umum partai Demokrat dan Republik. Penyaringan capres dilakukan melalui mekanisme The National Conversion Party atau Konvensi Nasional partai yaitu memilih capres dari internal kader partai, maka tersaring sampai terakhir Obama dan Mecain. Untuk itu Lesiangi adalah orang yang mendukung tetap dilakukannya Konvensi Nasional Partai yang penyaringan capres-nya tidak melalui lembaga survey. Karena lembaga survey hanya melakukan survey. Nilai posisi seseorang capres. Sedangkan Kompeksi Nasional Partai adalah suatu system yang sudah baku, tentang penyaringan dengan menseleksi internal kader partai dari tingkat desa/kelurahan, kecamatan, TK I, TK II sampai kepusat atau DPP Partai Golkar sampai akhirnya ditemukan seorang capres, yaitu Sri Sultan Hamengkubuono X sesuai hasil seluruh lembaga survey bahwa hanya ada 3 besar capres yaitu Susilo Bambang Yudhoyono, Sri Sultan Hamengkubuono X, dimana tambah satu lagi capres Prabowo Subianto dikaitkan dengan perubahan dan pembaharuan sudah tentu dibutuhkan pemimpin baru, dalam hal ini capres alternative yaitu Sri Sultan Hamengkubuono X dan Prabowo Subianto karena In Cumbeut sudah dinyatakan gagal dan hamper semua baik elit politik, pakar ekonomi mau-pun lembaga survey dengan indikator banyak aspek yang paling mencolok adalah tingkat kemiskinan yang mungkin membesar, rakyat mengakui susah hidupnya, biaya pangan serta kebutuhan pokok sehari-hari, yang sudah tidak terjangkau daya belinya.

“Kita butuh perubahan dan pembaruan.” Ujar Anton yang merupakan mantan anggota DPR Utusan Daerah NTT dari Partai Golkar (1982-1987), kemudian anggota MPR utusan daerah partai Golkar (1987-1992), dan sebagai anggota MPR dari utusan daerah partai Golkar (1998-2001)

“2009 adalah awal dari seluruh perubahan, sebuah rekonstruksi bagi Negara Indonesia,” tambahnya. Meskipun terdengar klise dan tidak realistis, Anton berani bertaruh dan memaparkan dengan sangat nyata bahwa PEMILU 2009 merupakan ujung tombak sebuah peradaban baru bagi rakyat Indonesia. Pada tanggal, 9 juli 2009 pilpres adalah titik penentuan nasib bangsa ini untuk memilih presiden dan wakil presiden yang tepat.

Ada beberapa titik terpenting untuk mengoyak massa tenggelam yang masih membelenggu bangsa. “Pertama, kembali lakukan amandemen UUD 1945 kepada yang asli.” Capres mendatang salah satu kotrak politik yang harus dilakukan adalah melakukan kembali kedepan UUD 1945 yang asli dengan catatan bagian 2 hal amandemen yang dilakukan. Tentu hal ini dimaksudkan agar bangsa ini kembali pada sebuah tatanan kehidupan yang teratur serta tetap dinamis dan terarah. Hal kedua yang tak kalah pentingnya, Melakukan perubahan total pada Legislatif, Eksekutif dan Yudikatif.” Hal ini harus! Karena sudah seharusnya sebuah perwakilan rakyat mengemban pesan rakyat, tidak mengedepankan kepentingan pribadi maupun golongan pada prioritas pertama yang kini merupakan tradisi. Titik ketiga adalah kontrak politik merakyat. Belajar dari masa lalu, Anton memaparkan tidak terlalu banyaknya departemen dalam kabinet di Indonesia jelas akan lebih memudahkan pembagian-pembagian tugas yang merata. “Indonesia hanya memiliki 33 provinsi, tetapi memiliki kurang lebih 40 kementerian. Bandingkan dengan Amerika yang hanya meiliki 54 negara bagian atau Negara Federal. Namun hanya beranggotakan kurang lebih 24 menteri.” Paparnya kepada wartawan 69++. Hal ini jelas memerlukan peninjauan ulang, apa dan bagaimana Indonesia harus memperbaiki badan konstitusi negara ini. Dan lebih lanjut, “jumlah 17 departeman Menko sekarang ini harusnya dihapuskan dan diganti sebagai tugasnya Presiden. Hal ini agar dapat menghemat keuangan Negara hingga Rp. 250 triliun yang nantinya bisa dialokasikan untuk subsidi rakyat,” tambahnya. Mantan anggota DPR-MPR RI ini, menginginkan pengontrolan langsung oleh rakyat kepada pemerintahan secara terbuka dan mengganti sistem Kontinental ke sistem Maritim. Yang dimana rakyat dapat memeriksa dan meneliti secara langsung hasil karya pemerintahan.
Diantara titik kritis yang perlu dikaji kembali, ada sebuah titik penentuan bagi Indonesia. Indonesia memimpikan seorang pemimpin yang mampu mendobrak Indonesia keluar dari kemelut krisis global. Indonesia telah lelah hanya diberikan janji-janji yang kosong tanpa membuahkan kenyataan. Dibutuhkan pemimpin yang bersandar pada Tuhan karena Ia-lah dibalik segalanya yang terjadi pada ciptaannya. Tuhanlah yang bekerja.

Ketum PB Lemkari ini mengidolakan tokoh Nelson Mandela dan Bung Karno untuk memberikan kualifikasi figur yang tepat sebagai pemimpin dan syarat pertamanya adalah . “performance appearancet.” Karena penampilan seorang presiden seperti Bung Karno, tidak bisa diwkili loleh orang lain, itulah yang kita rebut charisma Bung Karno. Sedangkan Brilliant ataucerdas adalah syarat kedua bagi seorang presiden, karena kepemimpinan yang cerdas, di ikuti dengan etika dan mora. Ini bisa dibuat melalui tim yang biasa disebut “The All Presidentmen” dari buku karangan Jhon F. Kenedy: Become A Good Leadozs.

Dua hal tersebut harus dapat disinergiskan menjadi satu hal yang dapat mengangkat kesuksesan seseorang. Kesuksesan terbesar yang ada pada dirinya kini ialah apa bila pada saat seluruh orang di sekelilingnya dapat terbantu dan hidup sejahtera.

Mengisahkan sedikit ceritanya tentang, Sri Sultan Hamengkubuwono X pada bualan April 2007 telah memutuskan.bersedia menjadi gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta. Saat itu pula Kick Andy melemparkan sebuah pernyataan yang mengejutkan. “Andi noya mengatakan anda ingin menjadi capres.” Kutip Anton mengenang. “saya tidak akan pernah mau menjadi capres, kecuali saya baru mau naik presiden billa Allah yang memerintahkan.” andi noya melanjutkan bagaimana sultan tahu ngusti Allah menghendaki anda menjadi capres, nanti waktu-nya juga akan datang bahwa rakyat akan mendesak untuk maju menjadi capres. Itulah harinya yang popular dengan istilah pisional agung/ageng 28 Oktober 2008. sekitar 400 orang berkumpul dilapangan timur kekayaan alam mobilisasi masa. Sultan dengan memakai kemeja batik lengan panjang berwarna hijau lumut naik dipentas podium langsung berkata “Atas kehendak Allah yang maha esasesuai panggilan Ibu pertiwi dan atas desakan saudara-saudara sembari menunjukan kearah rakyat dari seluruh Indonesia yang jumlahnya mendekati kurang lebih 400.000 orang, saya nyatakan maju jadi capres tahun 2009, vox popule vox dei (suara rakyat adalah suara tuhan).

Setelah menyaksikan acara Metro TV Save Our National jam 22-23 wib 21 Januari 2009, mungkin meyakinkan saya bahwa capres alternative Sri Sultan Hamengkubuono X, sebagian capres dan Prabowo sebagai capres yang akan menuangkan tahta untuk rakyat sebagai RI dari RI 2 periodik tahun 1009-2014.

Kembali Anton dengan sangat antusias mengutip kalimat Sultan Hamengkubuwono X yang tak pernah dilupakannya. Di sisi lain pun Prabowo merupakan seseorang yang religius dan cerdas. Prabowo pun generasi muda yang akan menjadi penerus bangsa di masa depan. Sangat tepat sekali apa bila tuk sebagai king maker berani menetapkan Sri Sultan Hamengkubuono X sebagai capres dan prabowo Subianto sebagai cawapres dari Partai Golkar.

Di balik keseharian serta kesibukannya sebagai salah satu tokoh penting perpolitikan Indonesia, Anton Lesiangi pun tetap seorang manusia biasa yang tak akan luput dari kesalahan. Namun ia berprinsip teguh, tak akan pernah menyulitkan orang lain. Biarlah daya berupaya menjadi sumber orang lain.

Bahkan sejak muda ia telah mandiri dan mengenyam pendidikan di Jepang pada tahun 1962 sampai 1970 di KEO University dan 1992-1996 di Adam Smith America Uni Versity. Anton mengakui tidak pernah berambisi menjadi lebih dari apa yang telah ada pada dirinya sekarang. Ia benar-benar menyadari bahwa hanya ada sebuah dorongan terbesar dalam pemicu hidupnya. Sebuah tempat dimana Anton selalu mendapatkan kehangatan dan keceriaan suasana setelah melewati satu hari yang melelahkan. “keluarga adalah nomor satu.” Ujar pria yang di karuniai lima orang anak ini.

Tokoh yang mengidolakan Bung Karno ini menyimpulkan, bahwa Tuhan memiliki rencana yang selalu indah. Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita jika kita tak meninggalkannya. Hal terbaik adalah menjalankan ketentuan yang telah diberikan Tuhan. "Segala sesuatu sudah diatur Tuhan. Kita sebagai manusia hanya menerima dan menjalankan ketentuan itu. Karena saya ingin mengalir seperti air, tidak mau muluk-muluk," tambahnya.

Kepala Negara Harus Bertangan Besi

Indra Sahnun Lubis, S.H. Seorang anak polisi yang menjadi Advokat di tahun 1990 an ini melihat ketidak adilan di negeri ini. Oleh sebab itu bang Lubis yang akrab disapa, telah mengabdikan diri dan menyediakan layanan hukum untuk memenuhi kebutuhan dan harapan klien yang dilaksanakan secara layak dan profesional serta cepat tanggap dengan memberikan bantuan hukum atas pertanyaan dan permintaan kliennya.

Anak kelima dari sembilan bersaudara ini sebelumnya diberitakan terdaftar ganda di dua partai. Tetapi sekarang Pengacara Indra Sahnun Lubis sudah tidak lagi terdaftar sebagai calon Partai Hati Nurani Rakyat, Indra Sahnun Lubis sekarang menjadi calon tetap Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia PKPI dari daerah pemilihan Riau I nomor urut 1.Mantan Wakil Ketua Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Indra Sahnun Lubis terpilih sebagai Presiden Advokat Indonesia, Indra Sahnun Lubis terpilih menjadi presiden Kongres Advokat Indonesia melalui kongres I Advokat Se-Indonesia di Balai Sudirman, Jakarta Selatan.

Menurut ayah dari enam orang anak ini, masalah hukum di Indonesia sekarang ini masih sangat sulit. Karena banyaknya keputusan pengadilan yang sulit di eksekusi, walaupun bisa di eksekusi itu akan selalu ada permainan suap dan inilah yang sangat mengecewakan masyarakat.

“Dimana advokat sebagai penegak hukum itu sama dengan polisi, jaksa dan hakim. Tetapi para penegak hukum lainnya masih sinis terhadap advokat, sehingga tidak adanya implementasi antara advokat maupun instansi hukum lainnya,” cetusnya.

Tanggapannya, seiring apa yang dikatakan advokat bahwa undang-undang yang sudah dijalankan untuk kepentingan masyarakat itu sering bertentangan, sering salah paham, saling tidak adanya kebersamaan, sehingga yang rugi adalah masyarakat itu sendiri. “Masalah penangguhan penahanan, undang-undang sudah mengatur sarat-sarat dari pada penangguhan penahanan, tapi aparat yang bersangkutan arogannya cukup tinggi, sehingga akhirnya untuk penahanannya dan haknya tersangka itu harus di negoisasi,” cetusnya. Inilah yang dikatakan dari awal tadi bahwa masalah hukum kita ini sulitlah untuk mendapatkan suatu keadilan. “Jangankan masyarakat menengah kebawah, yang menengah keatas saja sudah sulit untuk mendapatkan keadilan,” tambahnya.


Oleh karena itu, penegak hukum sekarang ini tidak ada sedikit-pun tangan besi dari kepala Negara. Kemudian saya juga bicara keras kepada kepala Negara tentang masalah suap, cuma tidak ada perubahan sampai sekarang. “Jadi lebih banyak pejabat maupun anggota DPR bukan berjuang untuk kepentingan masyarakat, tetapi berjuang untuk kepentingan kelaompoknya maupun politiknya sendiri, jadi sangat sulit dan sampai kapanpun masyarakat tidak butuh itu,” cetusnya.

Saya sudah berbicara dimana-mana, dari Kongres Advokat Indonesia yang saya pimpin, bahwa advokat dibawah Kongres Advokat Indonesia tidak lagi bernegoisasi dengan keluarga yang mereka bela. Kalau kita pesimis untuk memperbaiki akhlak kita sendiri, kapan lagi dan itu tetap kita akan perjuangkan.

Ketika ditanya wartawan 69++ dikantornya dibilangan Kebayoran Baru Jakarta Selatan. Masalah tentang Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI). “Saya di PKPI diminta untuk menjadi ketua dibidang hukum. dengan partai politik ini mungkin saya bisa menyuarakan bagaimana penegakkan hukum itu supaya dapat diharapkan masyarakat.”

Sesama partai politik juga tidak adanya satu komitmen dalam rangka penegakan hukum. Makanya saya bilang, kepala Negara itu harus bertangan besi dalam rangka penegakan hukum. Seperti anggota DPR di komisi III bidang hukum bahwa banyak-nya kepentingan-kepentingan politik bagi partai politik dan tidak memperjuangkan dari pada kepentingan hukum untuk masyarakat.

Pengacara ini mencoba untuk berada di partai yang kecil dan mencoba untuk membesarkannya. Seperti baru-baru ini saya berbicara di Televisi lokal di Riau selama satu jam, dengan kepentingan hukum untuk masyarakat. Dari partai kecil ini masyarakat akan melihat sendiri. Kalau dari partai besar saya berbicara masyarakat sudah tahu, orang tidak akan memilih dan tidak akan mendengarkan saya. Oleh karena itu, partai besar ini tidak serata apa yang diperjuangkan, bukan untuk kepada kepentingan masyarakat. Contoh, Partai besar yang menjual Gas ke Cina dengan harga sangat murah. Kepala Negara kita tidak sanggup merubah itu, tidak berani menghentikan itu. Kenapa menjual Gas ke Jepang jauh lebih tinggi? Kenapa ke Cina lebih murah? Misalnya, Bahan Bakar Minyak (BBM) ini hanya dijadikan ajang kepentingan bagi partai politik. Partai Demokrat contohnya, membuat iklan di media agar terlihat kepemimpinan SBY sudah dua kali menurunkan harga BBM, padahal harga itu bisa jauh lebih turun lagi. Mengapa mau menurunan BBM saja harus diumumkan? seprti bulan depan BBM akan turun. Seharusnya minyak dunia turun Negara kita segera langsung menurunkan harga BBM, bukan harus ditentukan bulan depan. Itu namanya sudah menunda-nunda kesejahteraan rakyat. Karena menjadi opini, membangun suatu kepentingan partai politiknya yang seolah-olah ini adalah perjuangan dari kepala Negara. “Cuma Negara kitalah yang menentukan bulan depan BBM akan turun, padahal Negara lain seperti, Singapur dan Malaysia langsung turun ketika minyak dunia turun,” cetusnya.

Pengacara ini mencontohkan gaya berpolitiknya seperti tokoh Mohammad Hatta. Dari tahun 1931 jauh sebelum Indonesia merdeka sudah berjuang untuk mensejahterakan masyarakat.

Banyak contoh-contoh yang menurut bang Lubis tidak sesuai dengan dirinya, ketika harga kacang kedelai naik, Negara kita kalang kabut. Itulah tidak mengertinya kepala Negara bahwa ini adalah kepentingan permainan para pedagang. “Kita saja import kacang kedele,” cetusnya. Ketika kacang kedele harganya naik, banyak masayrakat yang bertambah susah, apa lagi kebayakan masyarakat kita banyak yang mengkonsumsi sehari-harinya tempe, kalau makan tempe saja susah, seperti apa masyarakat Indonesia ini? Malulah pemerintah kita. Maka dengan itu, masuklah kacang kedele import ke Indonesia tampa biaya. Bagaimana hancurnya petani kita, bukannya kita berjuang bagaimana membangun petani kacang kedele supaya makmur.

Di Indonesia berapa juta hektar kelapa sawit, karet? Presiden Advokat Indonesia ini pernah membaca majalah Trubus yang isinya menceritakan program-program tentang tanaman Karet dan Sawit. Itu di sela-sela tanaman sawit dan karet dapat ditanami kacang kedele, kacang yang tidak mengganggu tanaman keras. Kenapa tidak diberikan pupuk? Kenapa tidak di beri kemudahan, seperti tanah itu dibawa ke lab, tanah ini cocok di tanam apa? Apakah jagung, kacang kedele, kacang,dsb. Dan masalah ini tidak ada bantuan dari pemerintah.

“Kenapa harus bahan bakar yang disubsidi?” cetusnya. Ini saja yang kita bangun sudah luar biasa. Tetapi masalah pertanian yang dianggarkan hannya cuma tanam padi yang waktu panennya menteri sama petaninya sedang memanen padi agar di liput oleh media, kita nampak seolah-olah menanam padi tetapi masih mengimport beras. Lihat Vietnam Negara yang hancur-hancuran, agrarisnya luar biasa. saya sudah pernah melihat kesana dan saya masuk kepasar Australia, Inggris, itu bisa beli kecipir. Kita Singapura dan Malaysia saja tidak bisa masuk karena lemahnya menteri perdagangan kita, “Cuma itu saja kita tidak mampu,” cetusnya berapi-api.

Demokrasi or Democrazy

Text : Faisal Hamid
Berbuatlah yang terbaik bagi bangsa dan Negeri ini…
Dan juga sesama umatmu…
Karena hidup begitu pendek…
dan tidak akan terulang…

Terlahir dari keluarga guru jemaah kecil gereja, tak menyusutkan niatnya untuk meraih mimpi. Gereja kecil nan terpencil membuatnya begitu dekat dengan Tuhannya dan peduli terhadap sesama umatnya. Kecintaannya akan negeri membangkitkannya untuk berani bertarung di dunia yang kini membesarkannya. Pengorbanannya mengantar pada kesuksesan yang tak bernilai materi.

Dialah Ir.Leo Nababan, image pengusaha harus ditanggalkan demi kecintaannya pada dunia politik. Pria kelahiran Sei Rampah, Sumatera Utara kini menjabat sebagai Staf khusus Ketua DPR-RI. Hati nurani, ya itulah yang kini diperjuangkannya. Darah aktivisnya melawan segala praktik yang bertentangan dengan nalurinya. Suara vokalnya merupakan cerminan dari kegemarannya menyaksikan realita di televisi.

Ya televisi, kegemarannya menyaksikan televisi inilah yang mengkonstruksi cara berpikir dan kritisnya akan realita yang tengah dihadapi masyarakat. Kegemarannya ini pula yang mengantar pada pekerjaannya kini. Sebagai staf khusus ketua DPR-RI memang sudah menjadi tugasnya menginformasikan perihal berita yang melibatkan atasannya. “Saya harus memantau kegiatan ketua DPR-RI dalam setiap pemberitaan, dengan begitu saya dapat menginformasikan apa yang tengah terjadi pada beliau,” ujarnya pada 69++ beberapa waktu lalu. “Agar nanti beliau tidak kaget bila diserbu wartawan,” tambahnya. Loyalitas pada pekerjaannya itu memang pantas diacungi jempol.

Mantan aktivis yang kini menjadi bagian penting dalam kinerja Ketua DPR-RI ini memang berbeda dengan politikus lainnya. Tentu saja, dengan latar belakangnya itu membuat dirinya lebih berorientasi dengan kepentingan masyarakat kelas bawah. Karena memang itulah yang seharusnya dilakukan politikus. Begitu banyak politikus yang mengaku menyuarakan hati nurani, namun hati nurani yang diserukan lebih berorientasi pada kepentingan pribadi. Lain halnya dengan yang diperjuangkan suami dari Dr.Fabiola Alvisia Latu Batara ini, poltikus menurutnya harus mempunyai orientasi untuk membela rakyat bawah. “Seorang politikus itu bila tidak membela masyarakat bawah tidak politis namanya,” tandasnya. Baginya suara rakyat adalah suara Tuhan. Apa yang sudah diamanatkan rakyat merupakan apa yang telah diamanatkan Tuhan pula. Cinta kasih akan sesama manusia merupakan kekuatannya untuk menjalankan amanat tersebut, basicnya sebagai aktivis memperkuat pula integritasnya pada masyarakat.

Ketika ditanya mengenai kondisi politik negeri, pria yang mendedikasikan hidupnya untuk partai Golkar ini dengan objektif mengatakan bahwa apa negeri ini telah mengalami perubahan yang jauh kerarah perbaikan, “Negara Indonesia telah menjadi Negara demokrasi ke-3 di dunia,” ujarnya bangga. Akan tetapi, dirinya mengakui masih banyak yang harus dibenahi dalam Undang-undang Dasar 1945. Dirinya menilai Undang-undang Dasar 1945 walaupun sudah diamandemen masih berpihak dari ‘bandul satu ke bandul yang lain’. Beliau juga memandang bahwa antara demokrasi dengan kesejahteraan rakyat tidak berubah secara signifikan. “Kesejahteraan rakyat masih jauh dan sangat menurun. sedangkan demokrasi kian mengalami kemajuan yang pesat. Dalam hal ini, yang perlu dipahami adalah demokrasi itu bukan democrazy,” tandasnya.

Demokrasi memang banyak menelurkan partai-partai baru, namun ironisnya bermunculannya partai-partai baru itu tidak disertai dengan kriteria jelas yang seharusnya dimiliki oleh partai-partai tersebut. “Harus adanya kriteria sistem yang benar pada partai politik” ujarnya. Dirinya juga menambahkan pergelutannya dengan partai Golkar selama 25 Tahun membuat dirinya lebih banyak belajar tentang bagaimana seharusnya partai politik itu. Dan menurutnya tidak semua partai memiliki kriteria seperti partai yang membesarkan namanya seperti sekarang ini.

Perihal kategori pemimpin yang idealnya baginya, pria yang mempunyai hobi Golf ini berpendapat bahwa yang dibutuhkan Negara kita adalah pemimpin yang tidak munafik dan tentunya pemimpin yang mempunyai jiwa visioner. “Pemimpin yang perkataan-perkataannya yang sama dengan prilaku yang diambil,” ungkapnya. “Namun tidak semerta-merta demikian, baginya pemimpin yang berkualitas harus diiringi oleh masyarakat yang tertata pula. Karena tidak ada keberhasilan sebuah pemimpin di dunia ini bila rakyatnya carut-marut,” tambahnya.

Ya, Ir. Leo Nababan, tokoh yang patut diperhitungkan ekstitensinya. Dengan loyalitasnya yang begitu besar terhadap negerinya. Menjadikannya tokoh yang selama ini dinanti-nanti

Ingin cari teman sebanyak-banyaknya

Didi Supriyanto, SH dilahirkan di Solo 28 November 1962 sebagai anak Tunggal. Meski lahir di Solo, penyuka olahraga golf ini pindah ke Jakarta sejak tahun 1965. Besar dalam keluarga Jaksa membuat Didi tertarik melihat suasana persidangan. Karena ketertarikan akan hal itulah yang membuatnya bercita-cita menjadi lawyer.

Didi mulai mewujudkan cita-citanya. Ia masuk ke fakultas hukum Universitas Jayabaya pada tahun 1981. Setelah lulus kuliah, suami dari Sandra Oktaria ini mulai menjalani profesi sebagai pengacara pada kantor advokat.

Kasus-kasus demi kasus ia tangani. Dari ruang sidang satu ke ruang sidang yang lainnya. Hingga pada tahun 1996 saat kerusuhan 27 Juli terjadi, Didi bersama pengacara senior R.O Tambunan menangani kasus yang menimpa PDI Pro Mega waktu itu. Didi pun bergabung di Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) dimana kemudian ia menjadi Sekjennya.

Perkenalannya dengan para aktivis partai politik membuat Didi terjun ke dunia politik. Ia pun mulai bergabung dengan PDI Pro Mega yang kemudian berganti nama nama menjadi PDI Perjuangan (PDI-P).

Didipun dicalonkan menjadi wakil rakyat mendampingi Megawati Soekarnoputeri di Pemilu 1999. “Jadi waktu itu Ibu Mega nomor urut satu. Kemudian ketua DPD nya nomor urut dua dan nomor urut tiganya saya” katanya.


Didi berhasil melenggang ke Senayan menjadi anggota DPR/MPR RI dari PDI-P. Pria yang tinggal di kawasan Depok ini menyelesaikan masa baktinya sebagai wakil rakyat pada tahun 2004.

Bertahun-tahun ia bergabung ke dalam PDI-P, Didi mulai mencium gelagat kurang sedap di tubuh partainya. Ia merasa arah partai berjalan menjadi feodalistik. Konflik ditubuh PDI-P yang melibatkan kader-kadernya tak terhindarkan.

“Kita gak suka gaya kepemimpinan feudal. Kita berontak Bahkan sampai kongres di Bali gak berhasil juga.” Kenangnya. Didi bersama kader lainnya seperti (Alm) Sophan Sophian membangun sebuah Gerakan Pembaruan di tubuh PDI-P. Gerakan ini akhirnya tak kuasa terus menerus berkonflik. Akhirnya atas saran dan dukungan dari beberapa temannya, Didi memutuskan keluar dari PDI-P dan mendirikan partai politik baru bernama Partai Demokrasi Pembaruan (PDP).

Makna “pembaruan” disini ia maknai sebagai pembaruan sesungguhnya dari sebuah partai politik. “Kita pakai sistem kepemimpinan yang baru. Tidak ada ketua umum tidak ada Sekjen. Pimpinannya kolektif. Sistem ini adalah jawaban atas apa yang kita anggap sebagai kemunduran demokrasi karena sistem yang feodal tadi.” ujarnya.

Baginya sebuah keputusan harus diambil berdasarkan musyawarah dan diputuskan kolektif karena fungsi ketua hanya untuk mengeksekusi keputusan yang diambil. “Itulah yang membuatnya saya ingin mewujudkan sila ke lima Pancasila” tambahnya.

Didi menganggap masalah keadilan dan kesejahteraan rakyat memang masalah yang begitu pelik menjangkiti Negara ini. “Kandungan bumi kita sangat kaya. Harusnya kita makmur dan kaya. Tapi begitu merdeka pemimpin kita tidak bisa membuat rakyat sejahtera.” lanjutnya.

Kini, Direktur Utama PT. Infoasia, Tbk ini menjalani karir politik baru yang ia dirikan bersama teman-temannya. “Cita-cita saya cuma ingin melakukan perubahan bagi rakyat dan ingin anak cucu kita diwarisi dengan hal yang baik. Lewat partai baru ini saya ingin mengabdi” tuturnya serius.

“Saya harap tidak ada lagi orang yang kelaparan. Anggaran Negara dari pajak harus kita alokasikan untuk saudara kita yang kelaparan” kata Sekretaris Pelaksana Harian PKN PDP ini.

Ditanya mengenai program yang ia usung Didi menjawab ada tiga garis besar yang menjadi konsernnya, yaitu kesehatan, pendidikan dan infrastruktur. “Pemerintah harus fokus pada tiga hal ini.” katanya.

Namun mungkin tidak ada yang tahu jika seorang Didi Supriyanto, sangat takut dengan anjing. Ia punya pengalaman buruk dengan binatang yang satu itu. Pria penyuka fitness menuturkan saat kecil pernah diterkam anjing. “Waktu saya main ke rumah jaksa agung langsung saja anjing itu terkam saya. Sampai sekarang saya takut sama anjing.” katanya sambil tertawa.

Sukses di dunia bisnis dengan membawahi berbagai perusahaan dan memimpin partai politik, membuat Didi senang berinteraksi dengan banyak orang. “Filosofi hidup saya ingin mencari teman sebanyak-banyaknya sebagai saudara” katanya. Karena saya ini anak satu-satunya dikeluarga jadi saya paling senang mencari teman sebanyak mungkin dan ini yang akan menjadi saudara saya.

Lalu bagaimana dengan keluarga Didi?

Kesibukannya yang banyak memang membuat porsi keluarga menjadi agak berkurang. Namun ayah enam anak ini mengatakan, dirinya selalu mencari waktu terbaik untuk keluarga. “Saya sudah kasih pengertian ke mereka kalau saya ini kan bukan cuma milik keluarga. Tapi juga milik orang banyak.” ujarnya.

Meski begitu Komisaris PT Asuransi Jasa Indonesia ini bersyukur bisa membagi waktu dengan keluarga tercinta. Setiap liburan mereka habiskan dengan berkumpul dan jalan bersama. Karena baginya keluarga memiliki peran yang penting dalam mendukung karirnya. “Ketika di luar banyak masalah, di keluarga satu-satunya tempat yang membuat saya nyaman” kata pria yang hobi travelling ini.